Dapatkan Penawaran Gratis

Perwakilan kami akan segera menghubungi Anda.
Email
Ponsel/WhatsApp
Nama
Nama Perusahaan
Pesan
0/1000

Ukuran Butiran (Grit) Mana yang Paling Efektif untuk Cakram Gerinda Logam?

2026-01-27 16:09:33
Ukuran Butiran (Grit) Mana yang Paling Efektif untuk Cakram Gerinda Logam?

Bagaimana Ukuran Butiran Mempengaruhi Kinerja Cakram Gerinda Logam

Laju Pemotongan, Hasil Akhir Permukaan (Ra/RMS), dan Sensitivitas terhadap Tekanan pada Berbagai Kisaran Ukuran Butiran

Ukuran partikel abrasif benar-benar menentukan seberapa baik suatu cakram gerinda bekerja saat memotong permukaan logam. Abrasif kasar dengan nomor grit antara 24 hingga 36 memiliki butiran pengikis yang besar sehingga mampu menghilangkan banyak material secara cepat, menjadikannya sangat cocok untuk pekerjaan yang memerlukan penghilangan lapisan logam tebal—misalnya menghilangkan las atau melakukan pembentukan awal. Namun, ada pula kelemahannya: cakram abrasif kasar ini meninggalkan hasil akhir yang cukup kasar, umumnya di atas 125 mikron Ra, serta bereaksi buruk terhadap tekanan berlebih selama pengoperasian. Jika operator menekan terlalu keras, cakram akan aus lebih cepat dan bahkan berisiko merusak benda kerja atau menyebabkan penumpukan panas yang tidak diinginkan. Pilihan abrasif sedang dengan nomor grit antara 40 hingga 60 menawarkan keseimbangan yang baik: laju penghilangan material tetap memadai, sementara permukaan hasil akhir menjadi lebih halus, berkisar antara 60 hingga 125 mikron Ra. Keunggulan utama abrasif sedang ini adalah toleransinya terhadap variasi tingkat keahlian operator dibandingkan abrasif kasar. Adapun abrasif halus dengan nomor grit 80 hingga 120 mengutamakan kualitas hasil akhir daripada kecepatan pemotongan. Partikel abrasif yang lebih kecil ini secara konsisten menghasilkan permukaan dengan nilai Ra di bawah 60 mikron, meskipun operator biasanya perlu melakukan beberapa kali lintasan pada area yang sama karena kemampuan pemotongannya tidak seagresif abrasif kasar atau sedang. Untuk hasil terbaik menggunakan abrasif halus ini, sebagian besar teknisi berpengalaman merekomendasikan penerapan tekanan yang lembut namun tetap stabil sepanjang proses penggerindaan.

Mengapa Nomor Grit Lebih Rendah Menghilangkan Lebih Banyak Material—Namun Tidak Selalu Lebih Efisien

Butiran kasar seperti 24 hingga 36 memang menghilangkan material lebih cepat pada pandangan pertama, tetapi sebenarnya efisiensinya justru menurun seiring waktu saat digunakan dalam durasi yang lebih lama. Partikel abrasif yang lebih besar cenderung terurai lebih cepat ketika terpapar panas dan tekanan, sehingga roda-roda ini memiliki masa pakai yang lebih pendek dibandingkan opsi butiran sedang—berdasarkan pengamatan umum di lantai produksi. Masa pakai roda turun sekitar 30% hingga 40% lebih pendek dibandingkan yang diamati pada butiran sedang. Yang lebih buruk lagi, goresan dalam yang ditinggalkan oleh butiran kasar biasanya memerlukan proses pemolesan tambahan, suatu langkah yang dapat dengan mudah menghabiskan seperempat tambahan dari total waktu pemrosesan. Cakram butiran sedang dalam kisaran 40 hingga 60 memberikan kinerja lebih baik untuk pekerjaan berkelanjutan pada bahan seperti baja tahan karat atau besi cor, karena lebih tahan terhadap penyumbatan atau pengilapan (glazing) secara cepat. Intinya? Memilih butiran paling kasar yang tersedia memang tampak cepat di awal, tetapi jarang masuk akal jika dilihat dari keseluruhan gambaran biaya dan tenggat waktu. Efisiensi sejati berasal dari pemilihan tingkat butiran yang tepat agar mampu bekerja optimal sepanjang seluruh proses pekerjaan, bukan hanya seberapa cepat ia memotong pada tahap awal.

Pemilihan Ukuran Butiran Optimal Berdasarkan Jenis Logam untuk Cakram Gerinda

Baja Tahan Karat & Besi Cor: Butiran Sedang (36–60) untuk Keseimbangan dan Ketahanan terhadap Penumpukan

Ukuran butiran (grit) antara 36 dan 60 kini menjadi pilihan utama ketika bekerja dengan bahan baja tahan karat dan besi cor. Kisaran grit sedang ini menawarkan keseimbangan yang baik antara laju penghilangan material dan pencapaian hasil permukaan yang memadai, yaitu sekitar 40 hingga 60 mikro inci Ra. Selain itu, grit sedang juga lebih tahan terhadap fenomena yang disebut 'loading'—yakni penyumbatan permukaan abrasif oleh partikel logam lengket yang cenderung menggumpal selama proses penggerindaan. Abrasif zirkonia alumina benar-benar unggul pada kisaran ini karena tetap mampu memotong bahkan di bawah tekanan berkat cara kerja degradasinya yang menghasilkan tepi pemotong baru saat aus. Menggunakan grit di bawah 36 justru menimbulkan masalah, seperti pembangkitan panas berlebih yang dapat menyebabkan deformasi permukaan atau terbentuknya retakan mikro. Di sisi lain, grit di atas 60 hanya memperlambat proses dan menyebabkan roda gerinda mengilap ('glazing') tanpa peningkatan signifikan dalam kualitas hasil permukaan pada tahap penggerindaan awal. Keuntungan besar lainnya adalah grit sedang membantu mencegah terjadinya pengerasan permukaan (work hardening) pada komponen baja tahan karat—suatu faktor krusial untuk menjaga sifat perlindungan korosi pada komponen jadi.

Baja Lunak & Alumunium: Saat Butiran Cakram Gerinda Kasar (24–36) atau Halus (80–120) Unggul

Saat bekerja dengan baja lunak, menggunakan butiran (grit) yang sangat kasar memang masuk akal. Cakram kasar dengan ukuran butiran antara 24 hingga 36 memberikan hasil luar biasa untuk tugas penghilangan material cepat, seperti menggerinda sambungan las. Di sisi lain, butiran halus berukuran 80–120 menghasilkan permukaan yang halus dan seragam—yang diperlukan sebelum aplikasi cat atau pelapis lainnya. Namun, situasinya menjadi lebih rumit saat menangani aluminium. Butiran kasar yang sama (24–36) yang mengandung aluminium oksida justru lebih tahan terhadap masalah loading (penumpukan material pada permukaan abrasif) selama sesi penggerindaan berat, asalkan kita berurusan dengan benda kerja berketebalan cukup. Namun, untuk lembaran aluminium tipis, ceritanya berbeda. Penggunaan butiran kasar tersebut berisiko menyebabkan deformasi (warping) pada logam; oleh karena itu, kebanyakan operator gerinda berpengalaman langsung beralih ke butiran sekitar 60 atau lebih halus. Untuk mendapatkan hasil akhir sempurna tanpa goresan—terutama penting saat mempersiapkan permukaan untuk anodisasi atau menjaga daya tarik visual—penggunaan butiran berukuran 80–120 menjadi mutlak diperlukan. Data industri juga menunjukkan fakta menarik terkait permasalahan penggerindaan aluminium: sekitar 60 persen dari seluruh cacat—meliputi noda smear (penggeseran termal), bekas pembakaran (burns), dan hasil akhir tidak merata—langsung disebabkan oleh pemilihan ukuran butiran yang salah. Untuk menghindari masalah-masalah ini, disarankan menggabungkan butiran yang lebih halus dengan tekanan tangan yang lebih ringan serta memastikan pendinginan yang memadai sepanjang proses, guna mencegah terjadinya thermal smearing.

Faktor Non-Butiran Penting yang Mempengaruhi Efektivitas Cakram Gerinda

Kekerasan Pengikat dan Jenis Butiran—Cara Keduanya Berinteraksi dengan Ukuran Butiran pada Logam

Ukuran butiran memberi kita titik awal untuk memperkirakan kinerja cakram abrasif, tetapi yang benar-benar menentukan hasil sebenarnya adalah bagaimana kekerasan bahan pengikat berinteraksi dengan jenis butiran. Bahan pengikat harus memiliki tingkat kekakuan yang tepat. Jika terlalu lunak, butiran akan lepas terlalu cepat—yang tidak hanya menyia-nyiakan biaya abrasif, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan. Namun, jika terlalu kaku, cakram tidak mampu membersihkan dirinya sendiri secara memadai selama operasi, sehingga menimbulkan masalah seperti overheating (kepanasan berlebih), pengilapan permukaan, dan pada akhirnya menghentikan proses pemotongan sama sekali. Jenis butiran yang dipilih pun sangat berpengaruh. Misalnya, aluminium oksida—yang umum ditemukan pada cakram berbutiran 24 hingga 60—mengalami degradasi secara terprediksi, sehingga mampu menghilangkan material secara konsisten saat digunakan pada permukaan baja tahan karat. Di sisi lain, zirkonia alumina lebih cocok untuk aplikasi kasar dengan rentang butiran 36 hingga 80. Material ini jauh lebih tahan terhadap tekanan berat dan mampu mempertahankan efisiensi pemotongan dalam durasi yang lebih lama. Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2023 menunjukkan bahwa ketika produsen berhasil memadukan bahan pengikat dan butiran secara optimal, laju penghilangan material meningkat sekitar 19% seiring waktu dibandingkan cakram di mana kombinasi kedua elemen tersebut tidak sesuai. Dengan demikian, meskipun ukuran butiran menunjukkan potensi suatu cakram, kualitas bahan pengikat dan pilihan butiranlah yang pada akhirnya menentukan apakah potensi tersebut benar-benar terwujud dalam kinerja nyata di bengkel—di mana logam-logam riil diolah setiap hari.

Dapatkan Penawaran Harga

Dapatkan Penawaran Gratis

Perwakilan kami akan segera menghubungi Anda.
Email
Ponsel/WhatsApp
Nama
Nama Perusahaan
Pesan
0/1000